Showing posts with label
Kitab Tahdzibul Asma' wal Lughah.
Show all posts
Showing posts with label
Kitab Tahdzibul Asma' wal Lughah.
Show all posts
Dalam kitab "Tahdzibul Asma' wal Lughah" karya Al-Hafizh Abu Zakaria Muhyiddin Yahya bin Syaraf an-Nawawi (Imam Nawawi) pada jilid 2 halaman 276, cetakan "Darul Kutub al-'Ilmiyah", Beirut - Libanon (lihat tulisan pada foto kedua !) dengan keterangan sebagai berikut:Artinya:البدعة بكسر الباء هي احداث ما لم يكن فى عهد رسول الله صلى الله عليه و سلم و هي منقسمة الى حسنة و قبيحة"Al-Bid'ah dengan dibaca kasrah huruf ba'-nya menurut Syara' adalah perbuatan baru yang tidak ada di zaman Rasulullah saw. Dan bid'ah ini terbagi kepada dua bagian: 1. Bid'ah Hasanah (Bid'ah yang baik), dan 2. Bid'ah Qabihah (Bid'ah yang jelek)." Sedangkan menurut Imam 'Izzuddin bin Abdussalam bid'ah dibagi kepada lima bagian, yaitu:1. Bid'ah Wajibah (Bid'ah Wajib),2. Bid'ah Muharramah (Bid'ah Haram),3. Bid'ah Mandubah (Bid'ah Sunnah),4. Bid'ah Makruhah (Bid'ah Makruh),5. Bid'ah Mubahah (Bid'ah Mubah).
Dalam kitab "Tahdzibul Asma' wal Lughah" karya Al-Hafizh Abu Zakaria Muhyiddin Yahya bin Syaraf an-Nawawi (Imam Nawawi) pada jilid 2 halaman 276, cetakan "Darul Kutub al-'Ilmiyah", Beirut - Libanon (lihat tulisan pada foto kedua !) dengan keterangan sebagai berikut:
Artinya:
البدعة بكسر الباء هي احداث ما لم يكن فى عهد رسول الله صلى الله عليه و سلم و هي منقسمة الى حسنة و قبيحة
"Al-Bid'ah dengan dibaca kasrah huruf ba'-nya menurut Syara' adalah perbuatan baru yang tidak ada di zaman Rasulullah saw. Dan bid'ah ini terbagi kepada dua bagian: 1. Bid'ah Hasanah (Bid'ah yang baik), dan 2. Bid'ah Qabihah (Bid'ah yang jelek)."
Sedangkan menurut Imam 'Izzuddin bin Abdussalam bid'ah dibagi kepada lima bagian, yaitu:
1. Bid'ah Wajibah (Bid'ah Wajib),
2. Bid'ah Muharramah (Bid'ah Haram),
3. Bid'ah Mandubah (Bid'ah Sunnah),
4. Bid'ah Makruhah (Bid'ah Makruh),
5. Bid'ah Mubahah (Bid'ah Mubah).