Showing posts with label minta hujan. Show all posts
Showing posts with label minta hujan. Show all posts

Tuesday, 10 September 2013

Tabaruk Minta Hujan Ke Makam Imam Bukhori


Di dalam kitab "Tabaqat As-Syafi'iyyah Al-Kubra" jilid 2 halaman 234 cetakan Dar Ihya al-Kutub al-'Arabiyyah diterangkan (lihat tulisan yang ada di foto) yang artinya sebagai berikut:


"Dan telah berkata Abu Ali Al-Ghassani Al-Hafidz: Abul Fathi Nashr bin Al-Hasan yang berdomosili di Sakna-Samarqand telah memberi kabar kepada kami bahwa telah datang kepada kami orang Balnasi pada tahun 464 H / 1072 M dan dia berkata:


Telah terjadi musim kemarau yang panjang di daerah kami di Samarqandi pada suatu tahun yang lalu. Orang-orang di sana sudah berkali-kali berusaha memohon hujan kepada Allah swt tapi tak kunjung tiba juga. Kemudian, seorang laki-laki yang shaleh yang terkenal dengan nama Shalah mendatangi penghulu Samarqandi. Dia berkata kepada penghulu itu:

Sesungguhnya aku bermimpi dengan sebuah mimpi yang akan aku perlihatkan kepadamu. Jawab penghulu: Mimpi apa itu?. Kata laki-laki shalih itu: Aku bermimpi bahwa engkau keluar bersama orang-orang Samarqandi menuju makam Imam Muhammad bin Isma'il Al-Bukhari (Imam Bukhari, pengarang kitab Shahih Al-Bukhari).
Di sisi makam beliau kami memohon hujan kepada Allah swt. Mudah-mudahan Allah menurunkan hujan kepada kami !.
Jawab penghulu: Itulah sebaik-baik mimpi yang telah kau alami.

Kemudian, penghulu itu keluar bersama orang-orang Samarqandi menziarahi makam Imam Bukhari dan memohon kepada Allah swt supaya diturunkan hujan. Orang-orang itupun menangis di sisi makam Imam Bukhari.

Mereka minta syafa'at kepada beliau supaya Allah segera menurunkan hujan. Tak lama kemudian Allah menurunkan hujan yang sangat lebat sekali. Orang-orang di Khartanak pun pada berdiri selama kira-kira 7 hari sambil menunggu redanya hujan. Seseorang takkan mampu untuk bisa sampai ke daerah Samarqandi dikarenakan hujan yang sangat deras. Sedangkan jarak antara Samarqandi dan Khartanak kira-kira 3 mil.

TABARUK MINTA HUJAN KE MAKAM IMAM BUKHORI


Di dalam kitab "Tabaqat As-Syafi'iyyah Al-Kubra" jilid 2 halaman 234 cetakan Dar Ihya al-Kutub al-'Arabiyyah diterangkan (lihat tulisan yang ada di foto) yang artinya sebagai berikut:


"Dan telah berkata Abu Ali Al-Ghassani Al-Hafidz: Abul Fathi Nashr bin Al-Hasan yang berdomosili di Sakna-Samarqand telah memberi kabar kepada kami bahwa telah datang kepada kami orang Balnasi pada tahun 464 H / 1072 M dan dia berkata:

Telah terjadi musim kemarau yang panjang di daerah kami di Samarqandi pada suatu tahun yang lalu. Orang-orang di sana sudah berkali-kali berusaha memohon hujan kepada Allah swt tapi tak kunjung tiba juga. Kemudian, seorang laki-laki yang shaleh yang terkenal dengan nama Shalah mendatangi penghulu Samarqandi. Dia berkata kepada penghulu itu:

Sesungguhnya aku bermimpi dengan sebuah mimpi yang akan aku perlihatkan kepadamu. Jawab penghulu: Mimpi apa itu?. Kata laki-laki shalih itu: Aku bermimpi bahwa engkau keluar bersama orang-orang Samarqandi menuju makam Imam Muhammad bin Isma'il Al-Bukhari (Imam Bukhari, pengarang kitab Shahih Al-Bukhari).
Di sisi makam beliau kami memohon hujan kepada Allah swt. Mudah-mudahan Allah menurunkan hujan kepada kami !.
Jawab penghulu: Itulah sebaik-baik mimpi yang telah kau alami.

Kemudian, penghulu itu keluar bersama orang-orang Samarqandi menziarahi makam Imam Bukhari dan memohon kepada Allah swt supaya diturunkan hujan. Orang-orang itupun menangis di sisi makam Imam Bukhari.

Mereka minta syafa'at kepada beliau supaya Allah segera menurunkan hujan. Tak lama kemudian Allah menurunkan hujan yang sangat lebat sekali. Orang-orang di Khartanak pun pada berdiri selama kira-kira 7 hari sambil menunggu redanya hujan. Seseorang takkan mampu untuk bisa sampai ke daerah Samarqandi dikarenakan hujan yang sangat deras. Sedangkan jarak antara Samarqandi dan Khartanak kira-kira 3 mil.

Tawasul Minta Hujan ke Makam Nabi saw & Paman Nabi

Kitab "Fathul Bari Syarah Shohih al-Bukhori" jilid 2 

Nama kitab: Umdatul Qari Syarah Shohih Al-Bukhori (12 Jilid Besar / 25 Juz) Karya: As-Syaikh Al-Imam Badruddin Abi Muhammad Mahmud bin Ahmad Al-'Aini Tahun Wafat: 855 H / 1451 M Penerbit: Darul Fikr, Beirut - Libanon

Boleh hukumnya bertawassul kepada para Nabi, paman Nabi saw, dan orang-orang yang ahli berbuat kebajikan / kemashlahatan (misalnya waliyullah dan orang-orang sholeh), sebagaimana diterangkan di dalam kitab hadits "Fathul Bari Syarah Shohih al-Bukhori", "Umdatul Qari Syarah Shohih al-Bukhori" dsb, di antaranya pada kitab "Fathul Bari Syarah Shohih al-Bukhori) jilid 2 halaman 626 - 627 (lihat tulisan yang ada di foto) dengan keterangan sebagai berikut: 

Artinya
=====

Telah menceritakan kepada kami Hasan bin Muhammad, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah al-Anshari, dia berkata: Telah menceritakan kepada saya Abi Abdullah bin al-Mutsanna dari 'Umamah bin Abdillah bin Anas dari Anas bahwa sesungguhnya Umar bin Khottob radiyallahu 'anhu apabila orang-orang tertimpa musim kemarau yang sangat panjang, beliau memohon diturunkan hujan dengan bertawassul kepada Abbas bin Abdul Muthallib. Kemudian beliau berkata: 

"ALLAAHUMMA INNA KUNNA NATAWASSALU ILAIKA BINABIYYINA FATASQIINA WA INNA NATAWASSALU ILAIKA BI'AMMI NABIYYINA FASQINA QAALA: FAYUSQAUNA."

{YA ALLAH ! SESUNGGUHNYA KAMI BERTAWASSUL KEPADAMU DENGAN PERANTARAAN NABI KAMI, MAKA TURUNKANLAH KAMI HUJAN ! DAN, SESUNGGUHNYA KAMI BERTAWASSUL KEPADAMU DENGAN PERANTARAAN PAMAN NABI KAMI, MAKA TURUNKANKANLAH KAMI HUJAN ! BELIAU BERKATA: KEMUDIAN ORANG-ORANG ITU DITURUNKAN HUJAN (OLEH ALLAH SWT) }.







Di dalam kitab "Fathul Bari Syarah Shohih al-Bukhori" jilid 2 halaman 627 (lihat tulisan di foto pada baris 12-15 dari atas) diterangkan sebagai berikut:

Artinya:
=====
"Pada zaman pemerintahan Umar bin Khottob orang-orang tertimpa kemarau yang sangat panjang. Kemudian, ada seorang laki-laki berziarah ke makam Nabi saw. Dia berkata: Ya, Rasulullah ! Mintakanlah hujan (kepada Allah) untuk ummatmu ! Karena, mereka sedang mengalami kerusakan (kelaparan). Kemudian, laki-laki itu tertidur. Di dalam tidurnya dia bermimpi Nabi saw. Kata Nabi: Datanglah kepada Umar ! Al-Hadits.

Imam Saif meriwayatkan di dalam kitab "Al-Futuh" bahwa laki-laki yang bermimpi Nabi saw itu adalah Bilal bin al-Hatits al-Mazani, salah seorang sahabat Nabi saw.


Kitab "Fathul Bari Syarah Shahih Al-Bukhari" karya Al-Imam Al-Hafidz Syihabuddin Ibnu Hajar Al-'Asqalani (Lahir 12 Sya'ban 773 H / 18 Pebruari 1372 M dan wafat 28 Dzul-Hijjah 852 H / 22 Pebruari 1449 M), cetakan kedua "Darul Ma'rifat", Beirut - Libanon

Nama kitab: Irsyadus Sari Syarah Shohih Al-Bukhori (10 Jilid Besar)

Nama kitab: Kirmani Syarah Shohih Bukhori (13 Jilid Besar)

Nama kitab: Shohih Al-Bukhori (4 Jilid) Karya: Imam Al-Bukhori 

CATATAN
======

1. BIOGRAFI IMAM IBNU HAJAR AL-ASQALANI:
--------------------------------------------------
http://www.facebook.com/note.php?note_id=273073116076252

2. Awas hati-hati dan waspada dengan kitab hadits "Fathul Bari Syarah Shohih al-Bukhori" yang sudah dipalsukan (ditahqiq) Wahabi / Salafi:
https://www.facebook.com/media/set/?set=a.294767697234531.70139.100001039095629&type=1

TAWASSUL MINTA HUJAN KE MAKAM NABI SAW & PAMAN NABI

Kitab "Fathul Bari Syarah Shohih al-Bukhori" jilid 2 

Nama kitab: Umdatul Qari Syarah Shohih Al-Bukhori (12 Jilid Besar / 25 Juz) Karya: As-Syaikh Al-Imam Badruddin Abi Muhammad Mahmud bin Ahmad Al-'Aini Tahun Wafat: 855 H / 1451 M Penerbit: Darul Fikr, Beirut - Libanon

Boleh hukumnya bertawassul kepada para Nabi, paman Nabi saw, dan orang-orang yang ahli berbuat kebajikan / kemashlahatan (misalnya waliyullah dan orang-orang sholeh), sebagaimana diterangkan di dalam kitab hadits "Fathul Bari Syarah Shohih al-Bukhori", "Umdatul Qari Syarah Shohih al-Bukhori" dsb, di antaranya pada kitab "Fathul Bari Syarah Shohih al-Bukhori) jilid 2 halaman 626 - 627 (lihat tulisan yang ada di foto) dengan keterangan sebagai berikut: 

Artinya
=====

Telah menceritakan kepada kami Hasan bin Muhammad, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah al-Anshari, dia berkata: Telah menceritakan kepada saya Abi Abdullah bin al-Mutsanna dari 'Umamah bin Abdillah bin Anas dari Anas bahwa sesungguhnya Umar bin Khottob radiyallahu 'anhu apabila orang-orang tertimpa musim kemarau yang sangat panjang, beliau memohon diturunkan hujan dengan bertawassul kepada Abbas bin Abdul Muthallib. Kemudian beliau berkata: 

"ALLAAHUMMA INNA KUNNA NATAWASSALU ILAIKA BINABIYYINA FATASQIINA WA INNA NATAWASSALU ILAIKA BI'AMMI NABIYYINA FASQINA QAALA: FAYUSQAUNA."

{YA ALLAH ! SESUNGGUHNYA KAMI BERTAWASSUL KEPADAMU DENGAN PERANTARAAN NABI KAMI, MAKA TURUNKANLAH KAMI HUJAN ! DAN, SESUNGGUHNYA KAMI BERTAWASSUL KEPADAMU DENGAN PERANTARAAN PAMAN NABI KAMI, MAKA TURUNKANKANLAH KAMI HUJAN ! BELIAU BERKATA: KEMUDIAN ORANG-ORANG ITU DITURUNKAN HUJAN (OLEH ALLAH SWT) }.