Kumpulan kajian kitab oleh Kyai Thobary yang diposting di fesbuk. Blog ini bukan blog resmi dari Kyai Thobary Syadzily namun sudah mendapat restu dari beliau.
Showing posts with label makam. Show all posts
Showing posts with label makam. Show all posts
Tuesday, 10 September 2013
Tabaruk Minta Hujan Ke Makam Imam Bukhori
Di dalam kitab "Tabaqat As-Syafi'iyyah Al-Kubra" jilid 2 halaman 234 cetakan Dar Ihya al-Kutub al-'Arabiyyah diterangkan (lihat tulisan yang ada di foto) yang artinya sebagai berikut:
"Dan telah berkata Abu Ali Al-Ghassani Al-Hafidz: Abul Fathi Nashr bin Al-Hasan yang berdomosili di Sakna-Samarqand telah memberi kabar kepada kami bahwa telah datang kepada kami orang Balnasi pada tahun 464 H / 1072 M dan dia berkata:
Telah terjadi musim kemarau yang panjang di daerah kami di Samarqandi pada suatu tahun yang lalu. Orang-orang di sana sudah berkali-kali berusaha memohon hujan kepada Allah swt tapi tak kunjung tiba juga. Kemudian, seorang laki-laki yang shaleh yang terkenal dengan nama Shalah mendatangi penghulu Samarqandi. Dia berkata kepada penghulu itu:
Sesungguhnya aku bermimpi dengan sebuah mimpi yang akan aku perlihatkan kepadamu. Jawab penghulu: Mimpi apa itu?. Kata laki-laki shalih itu: Aku bermimpi bahwa engkau keluar bersama orang-orang Samarqandi menuju makam Imam Muhammad bin Isma'il Al-Bukhari (Imam Bukhari, pengarang kitab Shahih Al-Bukhari).
Di sisi makam beliau kami memohon hujan kepada Allah swt. Mudah-mudahan Allah menurunkan hujan kepada kami !.
Jawab penghulu: Itulah sebaik-baik mimpi yang telah kau alami.
Kemudian, penghulu itu keluar bersama orang-orang Samarqandi menziarahi makam Imam Bukhari dan memohon kepada Allah swt supaya diturunkan hujan. Orang-orang itupun menangis di sisi makam Imam Bukhari.
Mereka minta syafa'at kepada beliau supaya Allah segera menurunkan hujan. Tak lama kemudian Allah menurunkan hujan yang sangat lebat sekali. Orang-orang di Khartanak pun pada berdiri selama kira-kira 7 hari sambil menunggu redanya hujan. Seseorang takkan mampu untuk bisa sampai ke daerah Samarqandi dikarenakan hujan yang sangat deras. Sedangkan jarak antara Samarqandi dan Khartanak kira-kira 3 mil.
TABARUK MINTA HUJAN KE MAKAM IMAM BUKHORI
Di dalam kitab "Tabaqat As-Syafi'iyyah Al-Kubra" jilid 2 halaman 234 cetakan Dar Ihya al-Kutub al-'Arabiyyah diterangkan (lihat tulisan yang ada di foto) yang artinya sebagai berikut:
"Dan telah berkata Abu Ali Al-Ghassani Al-Hafidz: Abul Fathi Nashr bin Al-Hasan yang berdomosili di Sakna-Samarqand telah memberi kabar kepada kami bahwa telah datang kepada kami orang Balnasi pada tahun 464 H / 1072 M dan dia berkata:
Telah terjadi musim kemarau yang panjang di daerah kami di Samarqandi pada suatu tahun yang lalu. Orang-orang di sana sudah berkali-kali berusaha memohon hujan kepada Allah swt tapi tak kunjung tiba juga. Kemudian, seorang laki-laki yang shaleh yang terkenal dengan nama Shalah mendatangi penghulu Samarqandi. Dia berkata kepada penghulu itu:
Sesungguhnya aku bermimpi dengan sebuah mimpi yang akan aku perlihatkan kepadamu. Jawab penghulu: Mimpi apa itu?. Kata laki-laki shalih itu: Aku bermimpi bahwa engkau keluar bersama orang-orang Samarqandi menuju makam Imam Muhammad bin Isma'il Al-Bukhari (Imam Bukhari, pengarang kitab Shahih Al-Bukhari).
Di sisi makam beliau kami memohon hujan kepada Allah swt. Mudah-mudahan Allah menurunkan hujan kepada kami !.
Jawab penghulu: Itulah sebaik-baik mimpi yang telah kau alami.
Kemudian, penghulu itu keluar bersama orang-orang Samarqandi menziarahi makam Imam Bukhari dan memohon kepada Allah swt supaya diturunkan hujan. Orang-orang itupun menangis di sisi makam Imam Bukhari.
Mereka minta syafa'at kepada beliau supaya Allah segera menurunkan hujan. Tak lama kemudian Allah menurunkan hujan yang sangat lebat sekali. Orang-orang di Khartanak pun pada berdiri selama kira-kira 7 hari sambil menunggu redanya hujan. Seseorang takkan mampu untuk bisa sampai ke daerah Samarqandi dikarenakan hujan yang sangat deras. Sedangkan jarak antara Samarqandi dan Khartanak kira-kira 3 mil.
Tawasul Minta Hujan ke Makam Nabi saw & Paman Nabi
Boleh hukumnya bertawassul kepada para Nabi, paman Nabi saw, dan orang-orang yang ahli berbuat kebajikan / kemashlahatan (misalnya waliyullah dan orang-orang sholeh), sebagaimana diterangkan di dalam kitab hadits "Fathul Bari Syarah Shohih al-Bukhori", "Umdatul Qari Syarah Shohih al-Bukhori" dsb, di antaranya pada kitab "Fathul Bari Syarah Shohih al-Bukhori) jilid 2 halaman 626 - 627 (lihat tulisan yang ada di foto) dengan keterangan sebagai berikut:
Artinya
=====
Telah menceritakan kepada kami Hasan bin Muhammad, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah al-Anshari, dia berkata: Telah menceritakan kepada saya Abi Abdullah bin al-Mutsanna dari 'Umamah bin Abdillah bin Anas dari Anas bahwa sesungguhnya Umar bin Khottob radiyallahu 'anhu apabila orang-orang tertimpa musim kemarau yang sangat panjang, beliau memohon diturunkan hujan dengan bertawassul kepada Abbas bin Abdul Muthallib. Kemudian beliau berkata:
"ALLAAHUMMA INNA KUNNA NATAWASSALU ILAIKA BINABIYYINA FATASQIINA WA INNA NATAWASSALU ILAIKA BI'AMMI NABIYYINA FASQINA QAALA: FAYUSQAUNA."
{YA ALLAH ! SESUNGGUHNYA KAMI BERTAWASSUL KEPADAMU DENGAN PERANTARAAN NABI KAMI, MAKA TURUNKANLAH KAMI HUJAN ! DAN, SESUNGGUHNYA KAMI BERTAWASSUL KEPADAMU DENGAN PERANTARAAN PAMAN NABI KAMI, MAKA TURUNKANKANLAH KAMI HUJAN ! BELIAU BERKATA: KEMUDIAN ORANG-ORANG ITU DITURUNKAN HUJAN (OLEH ALLAH SWT) }.
Di dalam kitab "Fathul Bari Syarah Shohih al-Bukhori" jilid 2 halaman 627 (lihat tulisan di foto pada baris 12-15 dari atas) diterangkan sebagai berikut:
Artinya:
=====
"Pada zaman pemerintahan Umar bin Khottob orang-orang tertimpa kemarau yang sangat panjang. Kemudian, ada seorang laki-laki berziarah ke makam Nabi saw. Dia berkata: Ya, Rasulullah ! Mintakanlah hujan (kepada Allah) untuk ummatmu ! Karena, mereka sedang mengalami kerusakan (kelaparan). Kemudian, laki-laki itu tertidur. Di dalam tidurnya dia bermimpi Nabi saw. Kata Nabi: Datanglah kepada Umar ! Al-Hadits.
Imam Saif meriwayatkan di dalam kitab "Al-Futuh" bahwa laki-laki yang bermimpi Nabi saw itu adalah Bilal bin al-Hatits al-Mazani, salah seorang sahabat Nabi saw.
CATATAN
======
1. BIOGRAFI IMAM IBNU HAJAR AL-ASQALANI:
-------------------------- ------------------------
http://www.facebook.com/ note.php?note_id=2730731160 76252
2. Awas hati-hati dan waspada dengan kitab hadits "Fathul Bari Syarah Shohih al-Bukhori" yang sudah dipalsukan (ditahqiq) Wahabi / Salafi:
https://www.facebook.com/ media/set/ ?set=a.294767697234531.7013 9.100001039095629&type=1
Artinya
=====
Telah menceritakan kepada kami Hasan bin Muhammad, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah al-Anshari, dia berkata: Telah menceritakan kepada saya Abi Abdullah bin al-Mutsanna dari 'Umamah bin Abdillah bin Anas dari Anas bahwa sesungguhnya Umar bin Khottob radiyallahu 'anhu apabila orang-orang tertimpa musim kemarau yang sangat panjang, beliau memohon diturunkan hujan dengan bertawassul kepada Abbas bin Abdul Muthallib. Kemudian beliau berkata:
"ALLAAHUMMA INNA KUNNA NATAWASSALU ILAIKA BINABIYYINA FATASQIINA WA INNA NATAWASSALU ILAIKA BI'AMMI NABIYYINA FASQINA QAALA: FAYUSQAUNA."
{YA ALLAH ! SESUNGGUHNYA KAMI BERTAWASSUL KEPADAMU DENGAN PERANTARAAN NABI KAMI, MAKA TURUNKANLAH KAMI HUJAN ! DAN, SESUNGGUHNYA KAMI BERTAWASSUL KEPADAMU DENGAN PERANTARAAN PAMAN NABI KAMI, MAKA TURUNKANKANLAH KAMI HUJAN ! BELIAU BERKATA: KEMUDIAN ORANG-ORANG ITU DITURUNKAN HUJAN (OLEH ALLAH SWT) }.
Di dalam kitab "Fathul Bari Syarah Shohih al-Bukhori" jilid 2 halaman 627 (lihat tulisan di foto pada baris 12-15 dari atas) diterangkan sebagai berikut:
Artinya:
=====
"Pada zaman pemerintahan Umar bin Khottob orang-orang tertimpa kemarau yang sangat panjang. Kemudian, ada seorang laki-laki berziarah ke makam Nabi saw. Dia berkata: Ya, Rasulullah ! Mintakanlah hujan (kepada Allah) untuk ummatmu ! Karena, mereka sedang mengalami kerusakan (kelaparan). Kemudian, laki-laki itu tertidur. Di dalam tidurnya dia bermimpi Nabi saw. Kata Nabi: Datanglah kepada Umar ! Al-Hadits.
Imam Saif meriwayatkan di dalam kitab "Al-Futuh" bahwa laki-laki yang bermimpi Nabi saw itu adalah Bilal bin al-Hatits al-Mazani, salah seorang sahabat Nabi saw.
|
| ||||
|
|
======
1. BIOGRAFI IMAM IBNU HAJAR AL-ASQALANI:
--------------------------
http://www.facebook.com/
2. Awas hati-hati dan waspada dengan kitab hadits "Fathul Bari Syarah Shohih al-Bukhori" yang sudah dipalsukan (ditahqiq) Wahabi / Salafi:
https://www.facebook.com/
TAWASSUL MINTA HUJAN KE MAKAM NABI SAW & PAMAN NABI
|
|
Artinya
=====
Telah menceritakan kepada kami Hasan bin Muhammad, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah al-Anshari, dia berkata: Telah menceritakan kepada saya Abi Abdullah bin al-Mutsanna dari 'Umamah bin Abdillah bin Anas dari Anas bahwa sesungguhnya Umar bin Khottob radiyallahu 'anhu apabila orang-orang tertimpa musim kemarau yang sangat panjang, beliau memohon diturunkan hujan dengan bertawassul kepada Abbas bin Abdul Muthallib. Kemudian beliau berkata:
"ALLAAHUMMA INNA KUNNA NATAWASSALU ILAIKA BINABIYYINA FATASQIINA WA INNA NATAWASSALU ILAIKA BI'AMMI NABIYYINA FASQINA QAALA: FAYUSQAUNA."
{YA ALLAH ! SESUNGGUHNYA KAMI BERTAWASSUL KEPADAMU DENGAN PERANTARAAN NABI KAMI, MAKA TURUNKANLAH KAMI HUJAN ! DAN, SESUNGGUHNYA KAMI BERTAWASSUL KEPADAMU DENGAN PERANTARAAN PAMAN NABI KAMI, MAKA TURUNKANKANLAH KAMI HUJAN ! BELIAU BERKATA: KEMUDIAN ORANG-ORANG ITU DITURUNKAN HUJAN (OLEH ALLAH SWT) }.
Monday, 9 September 2013
HUKUM DAN FUNGSI ZIARAH KUBUR
Hukum ziarah kubur termasuk sunnah Nabi saw dan mempunyai beberapa fungsi, sebagaimana diterangkan di dalam kitab " فيض القدير شرح الجامع الصغير من أحاديث البشير النذير " (Faidul Qadir Syarhul Jami'ish Shagir min Ahaditsil Basyirin Nadzir) karya Syeikh Muhammad Abdur Ra'uf Al-Munawi jilid 4 halaman 67, cetakan Dar el-Fikar dalam menjelaskan maksud hadits: زوروا القبور فانها تذكركم لأخرة (Barziarahlah kalian ke makam-makam !. Karena, ziarah itu dapat mengingatkan kalian ke akherat: HR Abu Hurairah), yang artinya sebagai berikut:
1. Dapat mengingat mati.
2. Dapat mencegah dari perbuatan-perbuatan maksiat.
3. Dapat melemaskan hati seseorang yang mempunyai hati yang keras.
4. Dapat menghilangkan kegembiraan dunia (sehingga lupa akan kehidupan akherat).
5. Dapat meringankan musibah (bencana).
6. Dapat menolak kotoran hati.
7. Dapat mengukuhkan hati, sehingga tidak terpengaruh dari ajakan-ajakan yang dapat menimbulkan dosa.
8. Dapat merasakan bagaimana keadaan seseorang itu ketika akan menghadapi ajalnya (sakaratul maut).
ABDULLAH BIN UMAR SHALAT DI KUBURAN
{Kitab “Tanbihul Mughtarrin”, karya Syaihul Islam asy-Syeikh Abdul Wahab asy-Sya’roni halamann 103, cetakan “Darul Kutub al-Islamiyyah”, Kalibata –Jakarta Selatan}
و قد مر عبد الله بن عمر رضي الله عنهما يوما على مقبرة , ففرش رداءه و صلى ركعتين هناك , فقيل له فى ذلك , فقال : ذكرت أهل القبور و قد حيل بينهم و بين العبادة , فأحببت أن أتقرب الى الله تعالى بركعتين بينهم
Artinya:
=====
Pada suatu hari Abdullah bin Umar melewati sebuah kuburan. Kemudian, beliau menghamparkan selendangnya dan shalat di sana. Dikatakan dalam suatu riwayat beliau berkata: Aku ingat kepada para penghuni kuburan dan sesungguhnya bisa dijadikan rekayasa di antara mereka dan ibadah. Aku senang mendekatkat diri kepada Allah ta’ala dengan melaksanakan shalat di antara kuburan-kuburan mereka.
Subscribe to:
Posts (Atom)










